Akhirnya kamu menemukan wanita lain yg mengerti kamu, syukurlah aku tidak menjadi beban pikiranmu lagi.
Aku tahu cerita kita akan berakhir dan memang harus diakhiri.
Namun selama ini aku hanya menunggu kamu yg menyerah.
Dan memang ini waktu yang tepat untuk kamu menyerah.
Sebelum aku lulus dan akan pergi meninggalkan kamu.
Sehingga kamu tidak perlu merasa kehilangan aku.
Jika kau tanyakan mengapa aku begitu pasrah, karena ini memang rencanaku sejak dulu.
Bukankah aku sudah pernah bilang dulu, kau hanya perlu beritahu aku ketika kau dekat dgn yg lain.
Bukankah aku sudah sering menyuruhmu mencari wanita lain.
Itu karena aku tidak ingin melukaimu menyakitimu, karna aku begitu sayang kamu, walaupun entah bagaimana denganmu.
Bahwa aku sudah tau akan tiba saat seperti ini suatu hari nanti.
Itu mengapa aku tidak menangis dihadapanmu.
Aku tidak mau kamu melihat betapa remuk aku, betapa ada palu godam menghantam dadaku.
Tapi tidak mengapa asalkan kamu tidak sakit karena aku.
Dan hanya untuk kamu tahu, aku tidak akan melupakanmu, selalu ada porsi di hati ini menyisakan kenangan tentangmu.
Segala perilaku ku yg timbul setelah kau buka kisahmu malam itu, hanya untuk mengalihkan rasa pedihku.
Dari sekarang nikmatilah semua kisah hidupmu bersama yg baru, jgn sakiti dia jgn tinggalkan dia. Untukku, permintaan terakhirku padamu.
Terimakasih atas semuanya, segalanya, setahun terakhir.
Maaf bila ada banyak hal yang salah dalam diriku.
Selasa, 28 April 2015
The End of Our Story
Langganan:
Postingan (Atom)